Rabu, 15 Maret 2017

Untukmu calon anakku :)

Rabu, 15 maret 2017.

Nak, saat mama menulis ini, usia mama masih 24 tahun lebih 2 bulan. Tidak ada rencana mama mau buat seperti ini untuk kamu nak, tapi karna mama mengalami banyak hal luar biasa (terkhusus hari ini) mama coba untuk tulis sedikit disini, takutnya nanti saat kamu ada mama lupa melakukan apa yang sudah jadi rencana mama dalam mendidik kamu.

Nak, mama gak punya banyak teman dekat, mama gak terlalu banyak punya sahabat yang mama bisa share masalah mama ke dia. tapi Alhamdulillah mama selalu jadi tempat untuk teman-teman mama cerita. Mama gak tau kenapa mereka tanpa ragu sharing kegundahan hati mereka ke mama. Kadang mama pengen seperti mereka nak, supaya hilanglah sedikit beban pikiran mama, tapi selalu gak berhasil, mama selalu merasa malu kalo cerita ke sembarang orang. Nah kali ini mama gak cerita tentang bagaimana mama menyikapi masalah nak, tapi lebih kepada pembelajaran yang banyak sekali mama dapatkan dari cerita-cerita mereka.

Nak kamu tau? Kebanyakan teman mama cerita tentang bagaimana kehidupannya dalam keluarga, kadang ada yang buat mama iri karena mama gak dapat hal itu dari kakek/nenek kamu, tapi banyak juga yang buat mama bersyukur masih terlahir dalam keluarga mama sekarang. Nak, mama suatu saat akan punya kamu (insya Allah), tanggung jawab yang harus mana besarkan dengan sebaik-baiknya, yang harus mama dan papa kamu didik sebaik-baiknya dan tentu saja harus kami bekali kamu dengan akidah yang baik pula nak. Nak, mama mau nanti hubungan kita sangat dekat, kamu bisa jadikan mama teman cerita kamu, kamu bisa sharing apa saja yang kamu mau, itu sifatnya harus nak, dan jadi PR mama juga untuk memikirkan cara supaya kamu merasa antara kita (kamu dan mama, atau kamu dan papa) tidak ada jarak. Kenapa mama memaksa hal itu, karena mama takut kamu punya manusia kepercayaan lain selain mama dan papamu nak, mama gak rela anak mama punya orang lain sebagai tempat untuk berkeluh kesah. Nanti kalau saat kamu mau cerita tapi mama dan papa mengabaikan kamu tolong ingatkan kami ya nak, karna kita satu keluarga, karna kamu anak mama.  Nak, mama juga gak mau kamu menemukan tempat ternyamanmu selain di rumah. Bukan berarti mama gak suka kamu bergaul dengan temanmu, tapi mama mau kamu tau posisi kamu dan tanggung jawab kamu nak, kamu masih punya kami, tidak ada alasan untuk kamu gak kembali ke kamu, dan ini juga jadi PR buat kami orang tua kamu agar kelak kamu selalu merasa memiliki tanggung jawab sebagai anak terhadap orang tuanya. Nak mama juga mau kamu taat pada agama mu, karena itulah hal yang utama, kamu harus meyakini agama mu adalah agama yang dirahmati Allah, dan kamu harus  merasa Allah selalu melihat setiap apa yang kamu lakukan, dan lagiii ini adalah tugas kami untuk memberi pemahamannya kepada kamu. Kenapa mama minta hal ini harus ada di kamu? karena kalau kamu meyakini Allah selalu ada dan selalu melihat setiap perbuatanmu kamu akan takut untuk berbuat buruk, setiap tindakan akan kamu pertimbangkan baik dan buruknya, lalu kenapa mama minta kamu untuk bisa terbuka dengan mama, karena orang terdekatmu adalah orangtua nak, keluarga. Nanti saat kamu dewasa kamu akan merasakannya, betapa peran orang tua, keluarga itu sangat besar di hidup kamu, terlebih jika kamu sudah memiliki rasa dekat dengan mama dan papa secara alamiah kamu tidak akan mengecewakan kami dengan melakukan hal-hal yang buruk, bukan berarti mama dan papa gak mau memantau kamu, tapi inilah cara yang insya Allah maa terapkan kekamu nanti, supaya kamu tidak melakukan hal-hal diluar batas. Cerita lah selalu kekami ya nak, untuk apapun yang akan dan telah kamu lakukan.

Nak sampai kita bertemu nanti, mama harap kita bisa bekerja sama membangun hubungan keluarga yang baik ya nak, kita akan berjuang untuk itu, dan tentu saja dengan papamu juga. Insya Allah kita akan bangun keluarga sakinah mawadah warahmah itu menjadi keluarga kita ya nak, insya Allah :)

4 komentar:

  1. ehm... koq bisa kepikiran ya nulis kayak gini.hehe, what do you fell, aulia?? :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gk sengaja bang hadi. Tau2 udah panjang haha

      Hapus
    2. Gk sengaja bang hadi. Tau2 udah panjang haha

      Hapus
    3. Gk sengaja bang hadi. Tau2 udah panjang haha

      Hapus